Langsung ke konten utama

#6 BATAS

*Edisi Merindu Ramadhan*



-Enam-

B A T A S


Coba lihat sisi dalam perjalananmu, ada kiri dan kanan. Kiri, mungkin saja kamu melihat rerumputan tumbuh dan juga bunga-bunga liar ikut menemani perjalananmu. Kanan, ada kolam kecil yang indah mungkin dan juga ada burung kecil hinggap di batang pohon mahoni itu. Semua bisa terlihat dalam batas kanan dan kirimu. Walau belum semua, ya belum semua.

Batas, sebuah arti bahwa sejauh apa pun kau melangkah pasti memiliki sisi tak terjangkaunya. Pilihanmu akhirnya, apakah mau terus diterabas atau membiarkan batas itu jadi hal baik yang mencegahmu terhadap hal buruk atau kamu punya arti lain terhadap batas? Silahkan saja..

Sebelum di penghujung atau batas tahun ini mau kalian isi apa? Jangan sampai kita menyesal karena batas itu semakin dekat. Batas akhir tahun ini, atau akhir cerita ini. Yuk berlomba dalam mengejar akhirat!


-Ramadhan Mubarok-

7 Ramadhan 1439 H

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Cinta Pertama Anak Perempuan

Baru beberapa saat bahagia, lega, seketika Allah Sang Maha Pembolak-balik hati memutar rasa menjadi arah sebaliknya. Banyak kisah saudara, sahabat, teman, kerabat yang kehilangan Ayah disaat tak terduga. Masih tidak menyangka sampai saat ini katanya. Rasanya masih ada kok dirumah.. Sepertinya kemarin masih ngobrol dan bercanda.. Katanya baru kemarin aku diajarin sepeda.. Sosok Ayah ini memang tak ada duanya. Saat sebelum menikah, dirinya adalah anak yang dibesarkan dengan penuh perjuangan, misi utamanya jadi pemimpin dan tak banyak dibahas bagaimana jerih payahnya. Tanggung jawab suami dan ayah demikian agung. Seakan saat istri dinikahi dan anak dilahirkan, mereka bertitah tegas, "Bawalah kami ke Surga!" (Ustadz Salim A. Fillah) Setiap keluarga memiliki 'kesan' tersendiri terhadap sosok Ayah, sang Pahlawan keluarga. Ada yang hangat kenangannya.. Ada yang masih terluka.. Ada yang biasa saja.. Ada pula yang tak punya.. Semoga para Suami dan Ayah, Allah berikan kemudahan...

Titik Nadir di Suatu Waktu

  ..... Langkah kakinya menggebu, derapnya sudah tak tertahan agar segera sampai pada tujuan. Blok pertama telewati, blok kedua dilewatinya dengan sukses pula, blok ketiga mulai lebih sesak karena dia harus melawan arus ditengah gerombolan calon penumpang KRL. Apakah aku harus menyerah sekarang? Kepada siapa aku harus meminta pertolongan? ..... Sekilas scene diatas dapat kita maknai ada seorang manusia, ya manusia di sebuah tempat nun jauh disana sedang terburu-buru ingin sampai ke tujuan. Tujuan yang mana tak disebutkan secara jelas namun kita tau bahwa dia sedang berjuang menghadapinya. Dirinya pun kebingungan untuk meminta bantuan dan pertolongan, bisa jadi karena masalahnya cukup pelik dan harus segera mendapat solusinya. Kalau dirimu pernah diposisi yang sama, apa yang teman-teman lakukan? Kita tak bisa pungkiri bahwa dalam hidup, kita pernah ada dititik paling lemah, kita menyebutnya titik nadir kehidupan. Hal tersebut terjadi karena hal itu baru bagi kita, tak pernah kita al...

Bentuk Rezeki

Rezeki katanya sudah diatur, tapi kok susah didapatkan? Seringkali rasanya seret, kantong tipis tak berlapis, belum punya ini dan itu. Lihat disekeliling sudah punya itu dan ini, tiba-tiba insecure, sedih, 'mbatin'. Kapan ya saya seperti itu? Orang lain kok mudah, saya sulit sekali. Coba yuks kita lihat lagi, sebenarnya rezeki itu apa sih? Apa hanya terbatas uang saja, emas permata berlian, materi berkelimpahan, yang bisa terhitung dan terukur? Rezeki adalah takdir yang dapat diubah dan diupayakan dengan ikhtiar manusia. Rezeki adalah proses pengupayaan yang tentunya tingkat kemudahan maupun kesulitannya berbeda masing-masing orang. Hal ini perlu diniatkan dalam mendapatkannya agar yang dituju adalah ridha Allah. Hingga ada amalan khusus, doa yang tak pernah putus dan tulus yang senantiasa dipanjatkan. Soal hasil itu nanti hak prerogatif Allah. "Iya yang penting sudah berusaha dan tetap berdo'a semoga diberi yg terbaik dari Allah ." (Kata sahabat saya) Nah panjang...