Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2022

Bentuk Rezeki

Rezeki katanya sudah diatur, tapi kok susah didapatkan? Seringkali rasanya seret, kantong tipis tak berlapis, belum punya ini dan itu. Lihat disekeliling sudah punya itu dan ini, tiba-tiba insecure, sedih, 'mbatin'. Kapan ya saya seperti itu? Orang lain kok mudah, saya sulit sekali. Coba yuks kita lihat lagi, sebenarnya rezeki itu apa sih? Apa hanya terbatas uang saja, emas permata berlian, materi berkelimpahan, yang bisa terhitung dan terukur? Rezeki adalah takdir yang dapat diubah dan diupayakan dengan ikhtiar manusia. Rezeki adalah proses pengupayaan yang tentunya tingkat kemudahan maupun kesulitannya berbeda masing-masing orang. Hal ini perlu diniatkan dalam mendapatkannya agar yang dituju adalah ridha Allah. Hingga ada amalan khusus, doa yang tak pernah putus dan tulus yang senantiasa dipanjatkan. Soal hasil itu nanti hak prerogatif Allah. "Iya yang penting sudah berusaha dan tetap berdo'a semoga diberi yg terbaik dari Allah ." (Kata sahabat saya) Nah panjang...

Titik Nadir di Suatu Waktu

  ..... Langkah kakinya menggebu, derapnya sudah tak tertahan agar segera sampai pada tujuan. Blok pertama telewati, blok kedua dilewatinya dengan sukses pula, blok ketiga mulai lebih sesak karena dia harus melawan arus ditengah gerombolan calon penumpang KRL. Apakah aku harus menyerah sekarang? Kepada siapa aku harus meminta pertolongan? ..... Sekilas scene diatas dapat kita maknai ada seorang manusia, ya manusia di sebuah tempat nun jauh disana sedang terburu-buru ingin sampai ke tujuan. Tujuan yang mana tak disebutkan secara jelas namun kita tau bahwa dia sedang berjuang menghadapinya. Dirinya pun kebingungan untuk meminta bantuan dan pertolongan, bisa jadi karena masalahnya cukup pelik dan harus segera mendapat solusinya. Kalau dirimu pernah diposisi yang sama, apa yang teman-teman lakukan? Kita tak bisa pungkiri bahwa dalam hidup, kita pernah ada dititik paling lemah, kita menyebutnya titik nadir kehidupan. Hal tersebut terjadi karena hal itu baru bagi kita, tak pernah kita al...

Menikmati Waktu Jeda

"Berapa lama kamu sempat nganggur?" Kata salah Yura. "Dua bulan." Jawabku "Aku sudah stres hampir enam bulan nganggur." Imbuh Yura Salah satu waktu jeda adalah waktu-waktu yang menurut kebanyakan orang tak menyenangkan. Jeda adalah waktu rehat, tak pasti, menyusahkan, beban keluarga, dan banyak sekali yang dapat ditambahkan dalam benak yang berkecambah itu. Bagi seorang wanita yang telah menjadi istri, waktu jeda salah satunya dialami ketika belum diberikan permata hati. Resah yang dirasakan sendiri sudah banyak, dan ditambah dengan resah yang timbul karena pengaruh disekitarnya. Ada juga seorang laki-laki, menurutnya belum mapan dan punya banyak tanggungan. Menjadi generasi sandwich yang menjadi penyokong kehidupan banyak orang. Pundaknya sudah berat, ditambah pikirannya beraneka cabang dan warna turut menghiasi. Qalbunya sudah menantikan pernikahan, merindukan sakinah mawadah dan warahmah. Penyempurna separuh agama yang telah lama dinantinya. Namun ...