Menyapa Rindu Sang Perantau
Hai perantau!
Apa alasanmu merantau?
Masih ingatkah pertama kali saat meninggalkan rumah itu, bagaimana rasanya?
Sudah berapa lama tinggal ditempat sekarang?
Masih ingatkah jalanan menuju rumah itu
Mungkin kalau rumah itu fisik, bangunannya tetap ada tapi sudah beda makna.
Kalau rumah itu jiwa, barangkali orangnya tetap ada tapi beda rasanya.
"Satu hal yang pasti yaitu perubahan itu sendiri"
Entah karena dirimu yang berbeda atau orang-orang disana yang juga berubah. Manusia itu dinamis, relasi itu bisa kembang kempis kalau gak di maintenance karena gak semua low maintenance.
Merantau gak semudah itu, ada titik tinggi dan rendahnya juga. Begitu pun gak merantau, ada semua bagian kisah kasihnya.
Kalau merantau ke tempat yang memudahkan akses tentu bisa lebih mudah daripada sebelumnya. Makin banyak relasi baru yang dibentuk, pengalaman yang tidak dirasakan ditanah kelahiran, namun juga perjuangan dua, tiga kali lipat ekstra juga perlu ditempuh untuk memperoleh sistem dukungan.
Tidak merantau juga gak masalah, sudah familiar dengan daerah dan lingkungannya, segala sistem serta sumber dayanya. Walaupun kadang monoton, akses informasi dan komunitas tidak secepat dan seberagam di kota besar. Namun disanalah hatinya hidup dekat dengan orang-orang yang mendukung dan dia perjuangankan.
Tidak perlu jadi bahan perbandingan karena tidak relevan juga.
Setiap manusia punya kisahnya dan jalan kehidupannya, bagi perantau yang sedang rindu kampung halaman itu valid, wajar. Coba refleksikan hal-hal berikut :
1. Hal apa yang membuatku rindu kampung halaman? (Suasananya, orang-orangnya, kenangan, atau apa)
2. Hal apa yang bisa membuatku lebih tenang sekarang?
- Mindful breathing yuk!
Tarik napas..tahan 4 detik.. hembuskan perlahan melalui mulut..
(Ucapkan puji dan syukur kepada Allah dalam tarikan dan hembusan napas, mau istighfar juga gak apa-apa, terserah mana yang lebih menenangkan diri kita) - lakukan 3x
- Embrace your feeling
Rasakan sensasi rindunya, apakah ada hal lain yang dirasakan, rindu, sedih, marah? Dimana yang terasa hangat, bergemuruh, di dada, kepala)
- Sadari, kenali dan kendalikan (ilmu dari Kang Zein Permana)
Setelah menyadari dan mengenali lalu kendalikan bahwa ternyata yang membuatku rindu adalah..... Bagaimana caraku agar lebih familiar ditempat baru? Apa yang bisa mendukungku di tempatku yang sekarang?
Pertanyaan-pertanyaan ini perlu direfleksikan dalam keadaan suci dan tenang agar yang hadir adalah rahmat Allah dan petunjuk. Ambil wudhu dan bisa lakukan sholat sebelum refleksi, bisa dengan journaling atau ngobrol dengan orang yang dipercaya setelah..kita curahkan pada Allah dulu segala rindu yang masih terasa.
Dunia ini memang lelah ya terkadang, bising, cepat, sampai-sampai tak benar-benar istirahat. Buat perempuan tenang aja ada hadiah yang bisa didapatkan nanti. Di dunia yang sementara ini, tetap teguh pada niat awal merantau. Cari jalan dan perjuangankan biar Allah yang tentukan hasilnya. Tugas kita ikhtiar dan berdoa aja, sekuat dan semampu kita.
Sebagai refleksi, pantas aja hadiah Bunda Khadijah nanti adalah rumah di Surga yang tak ada kebisingan dan kelelahan di dalamnya, bukan?
@nayundhaa.map
(Lifelong learner, Teman Pulihmu)

Komentar