Titik Temu (3) END
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu hidup tentram bersamanya. Dan Dia [juga] telah menjadikan di antaramu [suami, istri] rasa cinta dan kasih sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir."
(QS Ar-Rum ayat 21)
Pernikahan adalah gerbang memulai perjalanan yang baru, bedanya kini tidak sendiri. Namun berpartner untuk melanjutkan tugas manusia sebagai Khalifah dibumi. Kalau hari akad nikah telah dilewati selanjutnya adalah bagaimana agar bisa senantiasa menjaga komitmen suci yang telah disahkan. Seorang laki-laki yang meminta pada Ayah seorang perempuan, agar mengizinkan dirinya menyayangi, menjaga, melindungi, menghormati dan menafkahi anak kesayangannya. Seorang anak perempuan yang meminta izin pada Ayahnya untuk meletakkan baktinya pada seorang laki-laki yang akan dia takzimi, cintai dan akui bahwa bakti utama adalah mendahulukan suami daripada orang tuanya.
Kedua insan ini bertemu bukan untuk dirinya sendiri namun membawa misi diri ke dunia yang lebih besar, berpartner untuk menggapai ridho ilahi. Titik temu inilah yang akan senantiasa menjadikan dua insan ini menjadi pembelajar, pejuang, dan tempat pulang bagi masing-masing dalam menjalankan misi kehidupan. Tak ada yang lebih romantis dari menguntai setiap harinya untuk saling menjaga cinta. Tak ada yang lebih agung, dari pada senantiasa mengingatkan agar Titik Temu ini adalah sarana ibadah yang saling menentramkan.
Tidak semua merasakan cinta
Pada awal mula
Tidak semua menebarkan kata-kata
Pada awal jumpa
Namun seiring bersama
Allah yang menghadirkan rasa
Mendekap sakinah mawadah warahmah
Membendung asa yang dimiliki berdua
Seiring setelah Titik Temu itu
Semakin menguatkan syukur pada Sang Waktu
Semakin mengalirkan syukur tak berpilu
Abadi hingga Surga selalu
Setelah menikah dari awal mula Titik Temu itu, ternyata perjuangan bentuk baru dimulai. Saat ta'aruf dulu, perantara kami sering mengingatkan agar mengelola ekspektasi dengan realita yang nanti didapat. Realita akan beda dengan teori dan pengalaman orang lain yang kalian dengar. Setiap pernikahan punya realitanya masing-masing. Banyak yang harus ditoleransi, diterima dan didiskusikan.
MasyaAllah tabarokallah, terima kasih mbak Putri dan mas Amar sekali lagi menjadi jalan pertemuan kami. Pertemuan dua orang yang masing-masing saling mendoakan tanpa tau siapa, kapan dan bagaimana. Perjalanan ini masih sangat jauh, semoga Allah senantiasa jaga dalam taat, Allah beri perlindungan, taufik dan hidayah untuk kita menjalani bahtera pernikahan ini.
Yaa baiti jannati..
Rumahku surgaku..
Surga yang kupulih..
Surga yang ku perjuangan dengan hati..
Meniti fitrah..
Seiya sekata..
Semoga Allah ridhoi..
_____________________
Laa haula walaa quwwata illah billah

Komentar