BAGAIMANA SEHARUSNYA Semenjak kami terbangun Ada banyak tanya berayun Seperti warna lembayung Kami pun tersentak Banyak kepentingan mendesak Semua harus selesai sebelum beranjak Atau bisa saja kami berpangku Terdiam dan menggugu Tergerus hingga kelu Aku merasakan panasnya api biru Begitu pun dinginnya es membeku Tapi aku teringat sahabatku Dia mampu tegar setelah jatuhnya datang Dia sanggup berjuang walau lelah berkepanjangan Dan dia tak pernah ragu walau dicap pecundang Kutanyakan mengapa Kucari alasannya Kemudian aku mengetahuinya Buatnya hidup cuma sekali Tak seharusnya tak berarti Sebentar lagi mati Lalu cemaslah pada yang seharusnya Jika diri masih belum mengenalNya Terjemahkan kasih dan sayangNya Baginya cukup hanya karenaNya Jatuh bangun adalah biasa Karena kita hanya manusia
"Sederhanakan bahagia, tingkatkan syukur."