Ketika awan sore menghamburkan warna cerah lembayung ke angkasa, saat itulah seorang anak sedang berlari menghampiri Ayahnya yang sedang berdiri menunggu bus. Lalu sang Ayah kaget saat anak itu memeluknya. Seketika itu juga dia berbalik lalu membalas pelukan anak laki-laki itu. Sang anak tampak senang. Begitu pun Ayah anak itu. Tampak mereka keluarga yang bahagia. Terlihat dari binar mata keduanya yang benar-benar segar. Mereka pun tak peduli sekitarnya, benar-benar serasa dunia milik berdua. Tapi, apakah itu memang begitu? Apakah pantas aku berprasangka buruk begitu? Mungkin saja mereka tak peduli sekitarnya karena mereka benar-benar sangat bahagia. Dan apa salahnya dengan orang yang benar-benar bahagia? Toh, mereka tak melakukan hal-hal yang buruk. Hanya berpelukan, ya hanya berpelukan. Ungkapan kasih saynag antara Ayah dan anaknya. Tapi ada lagi dampak pada orang lain yang tidak mereka tahu, apa itu? Mereka membuatku iri. Tapi apa peduli mereka. Aku pun tak keberatan saat mereka me...
"Sederhanakan bahagia, tingkatkan syukur."