Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2015

Deretan Kisah Kehidupan

Sebuah tapak kaki membasahi diri Derap langkahnya penuh peluh Perjalanannya masih belum usai Kami berpapasan Dia dalam tasbihnya Aku dalam syairku Kemudian senyap, Denting melodi melambat Kami terdiam. Itu hanya berpapasan Kami melanjutkan asa kami Perpisahan di persimpangan Jarak mengajarkan kita Akan arti sebuah nama Akan waktu sungguh berharga Deretan kisah kehidupan Meluapkan lelah atau pun tawa Itu hanya sementara Kita hanya berlabuh sementara Dalam persiapan perjalanan abadi Perjalanan menuju hidup hakiki

Bukan Kisah yang Pertama

Ketika awan sore menghamburkan warna cerah lembayung ke angkasa, saat itulah seorang anak sedang berlari menghampiri Ayahnya yang sedang berdiri menunggu bus. Lalu sang Ayah kaget saat anak itu memeluknya. Seketika itu juga dia berbalik lalu membalas pelukan anak laki-laki itu. Sang anak tampak senang. Begitu pun Ayah anak itu. Tampak mereka keluarga yang bahagia. Terlihat dari binar mata keduanya yang benar-benar segar. Mereka pun tak peduli sekitarnya, benar-benar serasa dunia milik berdua. Tapi, apakah itu memang begitu? Apakah pantas aku berprasangka buruk begitu? Mungkin saja mereka tak peduli sekitarnya karena mereka benar-benar sangat bahagia. Dan apa salahnya dengan orang yang benar-benar bahagia? Toh, mereka tak melakukan hal-hal yang buruk. Hanya berpelukan, ya hanya berpelukan. Ungkapan kasih saynag antara Ayah dan anaknya. Tapi ada lagi dampak pada orang lain yang tidak mereka tahu, apa itu? Mereka membuatku iri. Tapi apa peduli mereka. Aku pun tak keberatan saat mereka me...

Peralihan Situasi

Step by step.. Perjalanan itu tak semulus yang terlihat Ada saatnya jatuh, tersungkur, istirahat untuk cukup lama Tapi ada saatnya bangkit juga, setelah pulih sebaiknya kembali Menghadapi situasi yang ada kadang lebih sulit daripada hanya melewatinya Nama kita, itu cerita, itu sebuah doa Sebaiknya pergi sejenak atau mencari solusi untuk menghadapi Peralihan Situasikah? Bukan menjadi solusi, tapi hadapi..

Persahabatan dalam Sebuah Jarak

Ketika jarak menjadi sebuah alasan, ketika jarak menjadi pemisah diantara banyak persoalan. Jalinan persahabatan seharusnya menjadi tetap lekat. Kecuali apabila persahabatan itu didasari atas ketulusan. Jarak tak akan menjadi alasan. Terkadang kita menjalin relasi dengan orang lain karena ketenarannya, kecantikan, ketampanan, kepintaran dan banyak sekali alasan lainnya. Hal itu tak salah, karena semua orang perlu menjalin relasi bukan? Namun, pertanyaannya bagaimana kita menemukan sahabat? Perlukah kita membuat perjanjian menjalin persahabatan? Kurasa tak perlu, bukan? Persahabatan itu lahir, muncul, dan ditemukan begitu saja. Biasanya kita merasa nyaman dengannya, nyaman? Sulit juga kadang menjelaskannya. Sekarang muncul pertanyaan, bagaimana bila persahabatan terpisah jarak? Akankah mampu bertahan? Seharusnya jarak tak menjadi alasan untuk terus berhubungan. Sekedar menyapa, menanyakan kabar, atau mengirim foto-foto kenangan dahulu. Tiba-tiba akan muncul pembicaraan bahkan sampa...

Realita atau Ekspektasi?

Selamat menyambut hari... Dalam sebuah kisah, hiduplah seorang malaikat kecil dalam dekapan bundanya. Tak lain adalah seorang bayi, ya..bayi mungil yang wajahnya sungguh sangat lucu. Badan yang mungil, wajah yang menggemaskan dan tingkah yang tak pernah membuat kita jengkel, selalu ingin tertawa. Mungkin.... Mungkin itu kita dulu, berawal dari sana. Kemudian berkembang, tumbuh dan beranjak dewasa. Dalam kehidupan banyak warna yang telah kita lihat, telah kita torehkan. Tapi apakah ada yang meninggalkan bekas?? Mungkin ada. Namun sekarang coba  flashback,  adakah bekas itu dalam arti realita atau hanya ekspektasi?

Di Balik Sebuah Permulaan

Dunia baru dalam genggaman Kemudian secercah cahaya bersinar di balik embun pagi Derasnya hujan semalam tak lagi runtuh Dalam sapaan kami bertemu Berpadu dalam melodi sendu Kami bersua dan kami pun berpisah Dalam jarak perantauan Walau lara kadang menghadang Dan kerikil menukik tajam Paraunya suara dalam tangisan Tak lagi membekas menyayat hati Ada sebuah titik pertemuan Dalam sujud dan doa penuh harap Dalam malam panjang Serta dalam kumandang panggilan-Mu Dengan-Nya lah aku luluh Membiarkan arti sebuah jarak dalam dekapan Menuntaskan harapan menjadi tujuan Permulaan adalah titik Karena... Dengan diri-Mu lah akan ada kebahagiaan haqiqi